Saturday, March 11, 2017
Cara merawat tanaman cabai rawit
1.Lakukan Perempelan Tunas Aksiler Pada Pohon Cabai
Perempelan merupakan kegiatan memangkas beberapa tunas liar/tunas aksiler/tunas samping yang ada pada pohon cabai. Biasanya pada tanaman cabai terdapat 1-5 tunas aksiler tersebut, namun untuk melakukan perempelan/pemotongan tunas dapat memotong 2-3 tunas aksiler, dan sisakan saja 3 cabang utama yang fokus akan dijadikan batang produktif untuk terus tumbuh dan menghasilkan bunga dan buah.
2. Berikan Larutan Pupuk Phonska Cair
Sejauh ini, penggunaan larutan pupuk phonska cair terbukti ampuh untuk mendongkrak produktivitas hasil panen cabai. Dengan larutan phonska, bisa dimungkinkan anda akan melakukan panen cabai sebanyak 60 kali dalam tiap kali musim tanam. anda dapat membuat larutan phonsa untuk tanaman cabe anda di kebun.
3. Berikan Pupuk Tahi Ayam Kering
Pada masa pertumbuhan primer, sel-sel meristematik pada daerah titik tumbuh primer tanaman cabai sedang aktif melakukan pembelahan sel, sehingga kebutuhan akan energi dan sumber makanan sangat banyak. Pertumbuhan primer pada tanaman cabai biasanya terjadi sejak masa perkecambahan biji hingga tahap menjelang panen. Secara fisiologis, pertumbuhan primer juga sekaligus akan membentuk beberapa organ pokok tanaman seperti akar, batang, daun, dan diikuti pembentukan pertumbuhan sekunder/titik tumbuh sekunder yang dicirikan adanya pertumbuhan bunga dan juga tanaman cabai telah menghasilkan buah. Energi yang dihasilkan oleh tanaman berasal dari sumber makanan (nutrisi/unsur hara) yang diberikan pada tanaman. Nutrisi tersebut harus 70% diberikan secara langsung oleh pekebun itu sendiri, sementara 30% unsur sisanya memang sudah tersedia di dalam tanah tersebut.
Untuk memenuhi nutrisi tumbuh-kembang pada tanaman cabai, petani/pekebun dapat secara gratis memberikan pupuk kandang dari kotoran ayam yang telah dikeringkan. Terbukti sangat ampuh bahwa pupuk kandang dari kotoran ayam dapat membuat tanaman cabai lebih tahan lama, dan juga menghasilkan buah dalam jumlah melimpah/banyak. Maka sangat direkomendasikan bagi anda yang membudidaya cabai, sebaiknya berikan saja pupuk khusus dari kotoran ayam, setidaknya hal ini juga akan melengkapi pupuk organik, selain larutan phonska cair yang diberikan juga pada tanaman cabai tersebut.
4. Penyiraman Pada Daerah Sensitif Petani/pekebun juga harus merawat tanaman cabai dengan cara melakukan penyiraman.
Penyiraman pada tanaman cabai dimaksudkan untuk menambah nutrisi bagi tanaman. Air bersih juga merupakan bahan pelarut yang dapat membantu mengefektifkan senyawa/unsur-unsur organik di dalam tanah, supaya menjadi larut dan mudah diserap oleh rambut-rambut akar, sehingga nutrisi tersebut akan diteruskan secara osmosis dan difusi ke bagian organ tumbuhan bagian atasnya. Penyiraman pada daerah sensitif, maskdunya adalah menyiramkannya tepat berada di bagian pusat tanaman tumbuh/akar, dan jika penanaman menggunakan mulsa, maka siram mulai dari bagian daun hingga ke akar tanaman. Penyiraman ini terbukti sangat efektif supaya kadar dan susunan tanah tetap terjaga, sehingga kandungan air dan kelembaban tanah menjadi lebih terjaga.
5. Metode Penyemaian Bibit dengan Steril Pro
Masih banyak ditemukan para petani yang menyemai bibit cabe secara tradisional, artinya langsung disemai di atas bidang datar (bedengan) tanpa menggunakan cara yang baru. Meskipun cara ini boleh-boleh saja dilakukan, akan tetapi dari kualitas bibit tanam nantinya akan sangat jauh berbeda jika penyemaian bibit dilakukan dengan menggunakan metode "steril pro". Apa itu metode semai cabai dengan steril Pro?, Teknik Perawatan Cabe Dengan menggunakan teknik penyemaian bibit cabe dengan steril pro, maka saya rasa hasil pembibitan akan lebih berkualitas, kuantitas tanaman juga akan jauh lebih bagus dan prospek ke depannya untuk menghasilkan bakal tanaman produktif semakin terbukti bagus.
Cara penggunaan pupuk phonska cair
Setelah anda berhasil membuat larutan phonska cair, maka langkah berikutnya adalah cara penggunaannya. Untuk penggunaan larutan pupuk phonska, silakan baca panduan berikut ini:
- Pada point pertama tentang cara pembuatan larutan phonska cair, kita telah berhasil membuat larutannya. Jadi adonan pupuk phonska cair sebanyak 8 Liter dibagi-bagi untuk dalam tiap penggunaannya. Sebagai praktek: Ambil 1 Liter dari 8 Liter larutan adonan pupuk phonska tersebut, kemudian campurkan dengan air sebanyak 20 Liter air bersih, jadi jika kita membuat sebanyak 8 Liter larutan adonan phonska cair, maka kita harus melarutkannya pada 160 Liter air. Tujuan dari pengenceran larutan phonska dengan air supaya ketika diberikan kepada tumbuhan tidak membuat akar tumbuhan menjadi panas;
- Setelah larutan adonan phonska diencerkan pada 1 Liter air atau lebih, selanjutnya adalah masukanlah larutan enceran pupuk phonska cair tersebut ke dalam alat semprot, barulah setelah itu semprotkan larutan phonska ke bagian akar dimana letak tanaman itu tumbuh. Penggunaan larutan adonan phonska juga dapat langsung diberikan ke tiap-tiap tanaman dengan menggunakan gayung. 1 tanaman cukup diberikan 1/2 gayung larutan phonska yang telah diencerkan dengan air sesuai ketentuan yang dijelaskan di atas;
- Jika larutan phonska habis, anda dapat membuatnya berulang kali sesuai kebutuhan;
- Dengan mengikuti langkah di atas, semoga tanaman cabe yang telah anda budidayakan akan semakin terawat dengan baik dan menghasilkan buah cabe yang lebat, serta subur. Silakan dipraktekan.
- Sebagai tambahan informasi bahwa untuk pemberian larutan pupuk phonska cair ini wajib diberikan pada tumbuhan yang telah berumur 1 - 3 bulan dalam perawatan. Berikan larutan phonska cair tersebut pada umur tanaman cabe sejak 20 hari pertama sejak bibit dipindahkan ke bedengan bermulsa, juga berikan saat tanaman cabe berumur 40 hari, umur 60 hari, dan umur 80 hari.
Cara pembuatan larutan pupuk phonska cair
Untuk pembuatan pupuk phonska cair untuk tanaman cabe, mari ikuti pembahasan lengkap berikut ini:
- Untuk membuat larutan phonska cair tetap membutuhkan pupuk anorganik jenis lain sebagai tambahan nutrisi bagi tanaman lainnya, maka anda juga harus menyiapkan beberapa hal seperti: pupuk SP sebanyak 1 kg, pupuk KCL sebanyak 1 kg, dan pupuk phonska sebanyak 2 kg;
- Siapkan air bersih dalam beberapa ember besar;
- Masukan air bersih sebanyak 8 Liter ke dalam ember, kemudian masukan juga masing-masing pupuk SP 1kg, pupuk KCL 1 kg, pupuk phonska 2 kg ke dalam air di dalam ember tersebut lalu aduk hingga merata sehingga menjadi larutan phonska yang siap untuk digunakan;
- Sampai pada tahap ini anda telah berhasil membuat larutan phonska cair.
Cara menanam cabai rawit
Bibit tanaman cabai rawit yang telah berumur 1 bulan segera ditanam. Penanaman sebaiknya pada sore hari agar tanaman tidak layu. Berikut ciri-ciri, cara menanam serta jarak yang pas untuk menanam cabai.
A. Ciri – ciri bibit yang siap tanam adalah sebagai berikut :
- telah berumur satu bulan
- tidak terserang hama dan penyakit
- pertumbuhan tanaman seragam
- siram bibit yang akan ditanam
- pilih bibit yangakan ditanam
- lepaskan bumbung atau pelastik dari bibit
- padatkan tanah disekeliling tanaman bibit yang telah dimasukan kelubang agar tidak rebah
- 50 x 100 cm
- 60 x 70 cm
- 50 x 90 cm
Pengolahan tanah untuk menanam cabai rawit
Tingginya konsumsi cabai membuat harga cabai pun melambung tinggi. Terutama jenis cabai rawit. Jenis cabai yang dianggap memiliki rasa pedas lebih dibanding jenis cabai lainnya.
Banyak orang yang memiliki jiwa bisnis langsung memanfaatkan situasi ini sebagai sebuah usaha. Mereka menanam cabai kemudian dijual ke pasar atau ke supermarket. Mungkin Anda yang datang ke sini juga sedang mencoba untuk menanam rawit dengan hasil yang bagus dan maksimal.
Untuk memperoleh hasil yang bagus dan maksimal tidak hanya dengan menanam menggunakan benih yang berkualitas tinggi. Itu hanya salah satu faktornya saja.
Hal utama yang harus diperhatikan dan dikerjakan adalah mengolah tanah atau lahan yang akan dingunakan dalam menanam cabai.
Berikut adalah tahapan atau langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam pengolahan lahan, yaitu :
- Cangkul atau bajak lahan untuk menggemburkan sekaligus membuang gulma maupun tanaman bekas sebelumnya, kemudian diamkan lahan beberapa hari.
- Untuk lahan yang terlalu asam yaitu ber PH kurang dari 5 maka, Anda memerlukan tambahan kapur dolomite. Pemberian kapur ini pada saat proses pembajakan dan diamkan kurang lebih selama 1 minggu untuk memastikan PH tanah menjadi netral.
- Setelah proses pengapuran selesai, tambahkan pupuk kandang untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman cabai rawit dengan dosis 1 ton / hektar lahan.
- Setelah pemupukan, diamkan lahan selama 1 minggu agar pupuk kandang dapat meresap sempurna kedalam lahan tanam. Setelah itu, buat bedengan diatas lahan dengan lebar kurang lebih 1 meter, tinggi 30 cm, serta panjang disesuaikan dengan lokasi atau kondisi lahan. Berikan juga jarak antar bedengan yang dapat difungsikan sebagai parit dengan jarak kurang lebih 50 – 80cm. Setelah itu tutuplah bedengan dengan mulsa plastik kemudian dibuatkan lubang tanam menggunakan kaleng susu bekas.
- Jarak antar lubang tanam sebaiknya berkisar antara 50 – 60 cm dengan pola zig zag.
- Diamkan bedengan yang sudah tertutup mulsa plastik tersebut selama satu minggu sebelum proses penanaman dimulai.
Demikianlah proses pengolahan lahan untuk menanam cabai rawit agar dapat tumbuh dengan maksimal. Semoga bermanfaat...
Syarat budidaya cabai rawit
Berikut 6 syarat lokasi budidaya cabe rawit :
- Cabe rawit mampu tumbuh baik pada dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian antara 300 sampai 2000 meter diatas permukaan laut.
- Temperatur suhu ideal bagi tanaman cabe rawit adalah 24 hingga 27 derajat celcius.
- Kelembaban tanah di sekitar tanaman cabe rawit sebaiknya tidak terlalu tinggi.
- Cara menanam cabe rawit bisa dilakukan di sawah bekas menanam padi maupun tegalan, dengan kondisi tanah gembur, kaya akan unsur hara, dan cukup persediaan air tanahnya.
- Tanaman cabe rawit membutuhkan sinar matahari terus menerus sepanjang hari tanpa tertutupi pohon yang lebih tinggi.
- PH tanah netral yaitu berkisar antara 5 hingga 7.
Cara Memisahkan Cabai Dari Bijinya
Cara memisahkan cabai rawit dari bijinya adalah:
- Siapkan buah cabai yang bagus dengan kriteria cabai sudah tua, memilih buah yang bagus dan besar.
- Diamkan buah cabai kurang lebih 2 hari agar buah cabai menjadi layu.
- Buah cabai yang sudah layu di blende atau di tumbuk hingga biji cabai keluar dari kulitnya.
- Rendam hasil tumbukan kedalam air.
- Pisahkan kulit dan biji cabai yang mengambang dengan biji yang tenggelam.
- Buang kulit dan biji cabai yang ngambang.
- Pilih dan saring biji cabai yang tenggelang hingga bersih kemudian dijemur hingga kering kurang lebih 2 hari.
- Simpanlah biji yang sudah kering kedalam wadah dan berilah kapur barus jika akan disimpan dalam waktu yang lama.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Pengertian cabai rawit
Pengertian Cabai Rawit
Cabai kathur atau biasa disebut cabai rawit adalah tumbuhan perdu dari family terong-terongan (solanaceae) anggota genus ca...
-
Cabai kathur atau biasa disebut cabai rawit adalah tumbuhan perdu dari family terong-terongan (solanaceae) anggota genus ca...
-
Bibit tanaman cabai rawit yang telah berumur 1 bulan segera ditanam. Penanaman sebaiknya pada sore hari agar tanaman tidak layu...
-
Masalah yang banyak sekali dihadapi oleh para penanam cabai ialah terdapat gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman tersebut. B...







